Setiap keluarga apalagi pasangan yang baru menikah, mempunyai buah hati akan menjadi hal yang paling didambakan dan dinantikan. Karena tanpa kehadiran buah hati dalam keluarga akan menjadi terasa belum lengkap. Setelah melahirkan bayi pertama, orangtua terutama ibu akan merasa sedikit kebingungan saat merawat bayi pertama mereka. Terkadang ini menjadi suatu kendala untuk para orangtua muda. Hal tersebut wajar atau lumrah dialami mereka yang baru memiliki bayi pertama. Pasalnya ini merupakan pengalaman pertama untuk para orangtua dalam merawat bayi.

Merawat bayi merupakan hal yang penting dilakukan oleh setiap orangtua kepada anaknya. Bayi yang baru lahir mempunyai keunikan tersendiri. Oleh karena itu sangat perlu perhatian atau perawatan khusus. Bayi memerlukan perawatan yang sedikit berbeda agar pertumbuhan dan perkembangan tetap terjaga dengan baik. Bayi cenderung mengalami sensitif dengan perubahan lingkungan sekitar, termasuk udara, suhu dan lain sebagainya, termasuk paparan. Kemudian, jumlah serta frekuensi kebutuhan nutrisi bayi pun berbeda.

Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Jika asal-asalan dalam merawat bayi dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang tidak baik pada si kecil dan tidak diinginkan para orangtua tentunya. Meski bukan pekerjaan mudah, para ibu bisa melakukan beberapa cara merawat bayi baru lahir berikut dengan benar. Dengan seiring berjalannya waktu, seorang ibu juga akan terbiasa dalam merawat bayi. Berikut beberapa cara merawat bayi baru lahir yang harus diketahui para ibu, di antaranya:

1. Tali pusat

Urutan pertama dalam merawat bayi adalah tali pusatnya. Biasanya tali pusar bayi yang baru lahir masih terlihat. Anda harus menjaga tali pusat agar selalu bersih dan kering. Anda harus waspada jika tali pusat bayi menjadi merah dan berbau, karena bisa dimungkinkan bayi mengalami infeksi.

Apabila ketika mandi tali pusat terkena air, keringkan dengan cotton buds atau kasa steril. Pastikan tidak membubuhi ramuan apa-apa pada pangkal tali pusat. Biasanya, tali pusat akan putus antara 1-2 minggu setelah kelahiran, tapi bisa juga lebih cepat atau lambat. Setelah tali pusat putus, jika kotor bersihkan dengan baby oil dengan lembut dan hati-hati. Jika dimungkinkan Anda harus segera bawa bayi ke dokter.

Baca Juga: Wajib Tahu, Begini Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Mudah

2. Mata bayi

Merawat mata bayi, Anda bisa membersihkan kotorannya dengan membasuhnya menggunakan kapas steril yang dibasahi air matang. Setiap mata menggunakan satu kapas steril. Mengusapnya pun harus hati-hati, yakni dengan arah dari dalam ke luar.

3. Kulit

Karena bayi belum tahan dingin jadi minimal bayi mandi sehari sekali. Bayi mandi bisa dilakukan dengan berendam di bak atau hanya dilap dengan waslap basah yang sudah diberi sabun bayi. Atur temperatur ruangan bayi untuk mencegah timbulnya biang keringat. Sebisa mungkin hindari bayi sampai kepanasan.

4. Kulit kepala 

Kulit kepala bayi sering muncul kerak kulit atau sering disebut cradle crap. Hal tersebut dikarenakan terkena debu, keringat dan polusi udara. Kerak kulit dapat dibersihkan menggunakan baby oil.
Diamkan baby oil di atas kerak kulit kira-kira sekitar 10-15 menit, lalu bersihkan dengan kapas atau cotton bud secara lembut, dilanjutkan dengan pencucian. Lakukan dengan lembut, di daerah ini terdapat satu peredaran darah di kepala yang menyambung dengan otak.

5. Rambut

Dalam dua kali seminggu, bayi harus membersihkan rambut menggunakan sampo khusus bayi. Lakukan dengan cara membasahi rambut menggunakan tangan secara halus. Kemudian tetesi sampo satu sampai dua di telapak tangan dan gosok lembut sampai berbusa. Jangan sampai shampo mengenai mata. Basuh sampai bersih dengan tangan.

6. Hidung

Sebenarnya tidak diperlukan perawatan khusus untuk bagian dalam hidung. Namun, jika terdapat kotoran atau cairan yang keluar dari hidung, maka harus dibersihkan tidak sampai ke bagian dalam hidung. Apabila bayi memiliki lendir karena pilek dan mengganggu pernapasan, sedot keluar dengan cara dengan aspirator hidung bayi yang bersih. Tutup sebelah lubang hidung dengan jari, lalu isap sebelahnya. Lakukan secara bergantian.

Baca Juga: Bayi Tidur Sebentar Bangun, Ini Cara Jitu agar Tidur Nyenyak

7. Telinga

Selain hidung, bagian dalam telinga pun tidak boleh dibersihkan. Boleh dibersihkan apabila kotoran keluar atau sudah melewati ‘tikungan’ dalam liang telinga luar. Ada yang berpendapat bahwa cotton buds justru membuat kotoran masuk ke dalam liang telinga. Sehingga cara yang disarankan adalah meneteskan 1 tetes baby oil ke liang telinga, dan kotoran akan keluar dengan sendirinya beberapa hari kemudian. Sementara daun telinga dapat dibersihkan tiap kali memandikan bayi. Gunakan cotton buds atau kapas yang dibasahi air hangat. Lakukan secara lembut.

8. Mulut

Tak ada perawatan khusus untuk bagian mulut bayi. Namun, apabila lidah menjadi putih karena endapan susu formula, dapat dibersihkan dengan kasa steril yang dibahasi dengan air matang. Tetap menjaga kebersihan tangan, karena pada beberapa kasus ditemui jamur candida muncul di mulut bayi. Jika hal ini terjadi segera berobatlah ke dokter.

9. Kuku

Lakukan pemotongan kuku pada bayi secara berkala dan hati-hati serta gunakan gunting kuku khusus bayi. Untuk mencegah kuku-kuku bayi menggores bagian-bagian yang membahayakan, tutuplah dengan sarung tangan saat bayi sedang tak diawasi.

10. Pantat bayi

Daerah sensitif bayi adalah pantat. Pada bagian pantat ini disebut sensitif karena terdapat bahan kimia deterjen, diapers dan kotoran sisa air kencing/tinja. Terkadang menimbulkan gatal-gatal dan merak bila tidak bersih. Sehingga usahakan pantat dalam kondisi kering dan bersih. Sebaiknya gunakan diaper cream setelah pantat benar-benar kering, baru kemudian pakaikan diaper atau popok. Pemakaiannya pun jangan terlalu kencang.

Cara lain bisa dengan menggunakan air hangat dan kapas yang halus ketika membersihkan bokongnya lalu keringkan dengan handuk yang lembut. Tidak disarankan menggunakan tisu basah yang mengandung alkohol. Hal ini dapat memicu iritasi kulit.

Baca Juga: Begini Cara Memandikan Bayi Baru Lahir dengan Mudah

Apabila terlanjur timbul iritasi, cara alami yang dapat dilakukan adalah membiarkan pantat terbuka saat berjemur di pagi hari dengan terkena sinar matahari pagi. Tengkurapkan bayi di pangkuan Ibu. Jika dalam 1-2 hari tidak membaik bahkan lecet atau berbintil-bintil kecil, hubungi dokter anak Anda.

Demikan penjelasan mengenai cara merawat bayi baru lahir. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda, khusunya para orangtua. Salam dari kami.

Artikel Menarik Lainnya: