Skip to main content

follow us


Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Bagaimana jika anak Anda memiliki watak keras kepala? Tentu hal ini membuat orangtua harus ekstra dalam membimbing anaknya. Orangtua harus mengetahui bagaimana cara mendidik anak yang keras kepala dengan tepat. Pasalnya kalau terjadi salah langkah dikhawatirkan akan berakibat tidak baik pada perkembangan anak saat dewasa nanti.

Sifat keras kepala bisa menjadi caranya untuk menunjukkan pada Anda bahwa ia sudah merasa bisa melakukan sesuatunya sendiri. Anak-anak balita memang cenderung akan lebih aktif dan tidak sabaran, sehingga merasa tidak membutuhkan bantuan orang lain.

Sifat keras kepala juga merupakan cara si kecil untuk belajar soal kebebasan dan batasan-batasan perilaku yang bisa diterima dan yang tidak. Ketika si kecil melakukan sesuatu, misalnya ia tidak mau mandi atau tidak mau tidur, ia akan melihat seperti apa reaksi Anda untuk menentukan apakah tindakan ini boleh ia lakukan atau tidak.

Baca Juga: Orangtua Wajib Tahu, Inilah 10 Cara Mendidik Anak yang Baik

Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala


Meski merupakan bagian alami dari tumbuh kembang anak, sifat keras kepala tidak boleh terus dibiarkan hingga ia dewasa nanti. Menghadapi anak keras kepala memang membutuhkan kesabaran yang lebih dari biasanya dan tidak perlu sampai marah, membentak apalagi menjewer dan mencubit. Salah-salah, anak bisa semakin membangkang. Lalu bagaimana cara mendidik anak yang keras kepala? Berikut caranya:

1. Hadapi dengan Tenang

Bersikap tenang dan sabar adalah kunci utama menghadapi anak keras kepala. Jika Anda cenderung marah-marah atau membentak, sikap Anda justru akan memperburuk keadaan dan malah membuat si kecil semakin melawan.

2. Dengarkan Pendapat atau Keinginannya

Saat si kecil memaksa untuk mendapatkan keinginannya, Anda sebagai orangtua tidak perlu langsung meluapkan amarah. Namun, Anda bisa tarik napas sejenak dan dengarkan alasannya. Jika Anda langsung melarang keinginan sang anak, malah nantinya sikap anak tersebut akan membantah.

Yang bisa Anda lakukan ketika anak memaksa dengan keinginannya padahal itu tidak baik, Anda bisa menanyakan alasan kenapa anak melakukan hal tersebut. Kemudian, Anda bisa mengingatkan anak disertai alasan yang jelas mengapa Anda tidak membolehkan keinginannya tersebut. Hingga akhirnya anak pun akan belajar bahwa Anda tidak menyetujui perilakunya karena memang yang ia lakukan tidak tepat, bukan hanya karena ‘pokoknya tidak boleh’.

3. Jangan Memaksanya, Buatkan Pilihan

Bila Anda tidak berhasil membujuknya, Anda tidak boleh memaksanya melakukan sesuai keinginan Anda. Ini akan membuat anak semakin membantah dan memperburuk suasana. Anda perlu memperhatikan pilihan kata, nada suara, atau tindakan yang Anda gunakan. Tunjukkan kepedulian Anda. Saat Anda menunjukkan kepedulian, anak akan merespons bahwa Anda menghargai apa yang ia inginkan. Selang beberapa saat barulah ajukan pilihan untuk anak atas keinginannya.

4. Jangan Jadi Keras Kepala di Depan Anak

Dalam kehidupan sehari-hari, anak memang akan belajar dari hal yang dilihatnya. Apabila keseharian Anda memperlihatkan sifat keras kepala, jangan heran kalau anak juga mengalami hal yang sama. Hampir semua orangtua tentu pernah menghadapi anak keras kepala yang menangis supaya keinginannya dituruti. Misalnya, karena tidak mau berbagi mainannya dengan teman. Secara spontan, emosi orangtua akan terpancing. Ketimbang marah dan melakukan ancaman kepada anak, alangkah lebih baik Anda sampaikan secara baik-baik kepada sang anak. Hal tersebut akan membuat anak belajar bahwa bersikap ngambek tidak akan membuat keinginannya terpenuhi, tapi justru dengan bicara baik-baik.

Baca Juga: Miliki Keturunan yang Baik, Begini Cara Mendidik Anak Menurut Islam

5. Biarkan Anak Belajar dari Pengalaman

Hal yang umum diketahui bahwa anak susah diatur. Contohnya, saat Anda melarang anak untuk bermain di lantai yang licin. Tak jarang hanya dengan kata-kata saja membuat Anda tidak berhasil menghentikan tingkah laku anak. Lalu apa yang harus dilakukan? Anda bisa memberikannya sedikit kebebasan. Hal ini perlu dilakukan agar mereka bisa paham apa yang sebenarnya ingin Anda sampaikan melalui pengalaman. Anak akan merasakan sendiri alasan mengapa orangtua melarang Anda untuk tidak bermain di lantai yang licin.

6. Ajak Si Kecil Kerjasama 

Daripada menyuruh anak untuk melakukan hal tertentu, lebih baik mengajak anak untuk bekerja sama dengan Anda. Anda bisa mengajak anak Anda dengan menggunakan kata 'ayo, lakukan bersama' atau kata-kata lainnya. Anda harus berusaha menjadi teman bagi anak Anda agar dia merasa nyaman bersama Anda.

Cara Mendidik Anak Usia 3 Tahun yang Harus Diketahui Orangtua

7. Pahami Cara Berpikir Anak

Anak keras kepala memang sedikit berbeda dan perlu pemahaman yang lebih. Anda bisa mencoba untuk memahami mereka dengan mencari sudut pandang yang berbeda atau cara berpikir dari mereka. Anda bisa mengajukan beberapa pertanyaan dalam diri Anda, 'apakah Anda tahu apa yang anak rasakan? Apakah si kecil sedang stres, takut, atau sedih?' Apabila Anda mengenal anak Anda lebih dalam, Anda akan semakin baik dalam menghadapi anak Anda.


Itulah beberapa cara mendidik anak yang keras kepala bagi para orangtua. Semoga bermanfaat. Salam dari kami.

Artikel Lainnya: