Setiap orangtua tentu menginginkan memiliki anak yang baik dan patuh terhadapnya. Hal ini akan menjadi keinginan belaka tanpa adanya usaha untuk mewujudkannya. Orangtua harus memberikan bimbingan serta arahan yang tepat agar anak menjadi manusia yang memiliki akhlak mulia. Sejak dini, anak-anak mulai didik dengan baik agar kelak dewasa mempunyai pribadi yang baik pula. Lalu bagaimana cara mendidik anak yang baik?

Sebenarnya mendidik anak adalah suatu hal yang mudah jika orang tua sudah mengetahui dan memahami bagaimana mengarahkan anak-anak mereka. Banyak metode atau cara dalam mendidik anak yang baik. Setiap pasangan tentu mempunyai cara mendidik yang berbeda terhadap anak. Namun, pada dasarnya semua yang dilakukan orang tua untuk anaknya adalah semata-mata hanya untuk mengarahkan anak mereka agar menjadi kebanggaan.

Cara Mendidik Anak yang Baik

Pada prinsipnya secara teori memang mudah mendidik anak, namun pada faktanya tidak semua orang tua bisa melakukannya. Hal itu banyak sekali anak-anak yang tumbuh kembangnya mengalami hambatan dan menjadi anak yang kehadirannya kurang diharapkan karena memiliki kepribadian yang kurang baik. Nah, di bawah ini adalah cara mendidik anak yang baik dan benar sejak dini. Berikut di antaranya:

1. Mengajarkan Kemandirian 


Sebaiknya orangtua tidak perlu berlebihan mencemaskan anak-anak mereka. Hal itu justru tidak baik untuk penanaman kepribadian anak. Cobalah untuk mempercayai buah hati Anda, tetapi harus tetap dipantau dari jauh tanpa ada pengekangan atau melindungi tatkala dia bersalah.

2. Tanamkan Rasa Tanggung Jawab

Mulailah untuk mengajarkan kepada buah hati Anda untuk mengetahui benda-benda miliknya, serta merapikannya setelah bermain. Ketika sudah anak Anda sudah memasuki masa sekolah maka ajarkan dia untuk membantu mempersiapkan keperluannya, berilah uang saku yang cukup dan cobalah untuk mengajarkannya menabung sedikit dari uang saku tersebut.

Baca Juga: 10 Fakta Anak Pertama Perempuan yang Jarang Diketahui

3. Tumbuhkan Rasa Ingin Tahu

Anak-anak akan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Wajar jika mereka banyak bertanya. Sebagai orang tua Anda tentunya harus menjawab dengan penjelasan yang mudah dan mampu dipahami oleh anak tersebut. Jika Anda tidak mengetahui tentang apa yang ditanyakan, maka dalam memberi jawaban sebisa mungkin tidak berbohong, tetapi berusahalah untuk memberikan jawaban yang selogis mungkin. Sebaiknya Anda menghindari kata “tidak tahu”. Anda bisa menyanggupi untuk mencari tahu tentang apa yang ditanyakan oleh anak tersebut. Berbeda dengan anak yang pasif atau tidak suka bertanya, maka cobalah untuk menjelaskan sesuatu tanpa ditanya.

4. Ajarkan dan Tumbuhkan Kemampuan Berpendapat 

Pada umumnya para orang tua akan merasa acuh terhadap anak yang mengemukakan pendapatnya. Kita sebagai orang tua wajib belajar untuk selalu mendengarkan pendapat anak, apabila pendapatnya tidak benar kita sebagai orang tua bisa mengkoreksinya. Namun jika Anak anda termasuk anak yang memiliki sikap pemalu maka Anda bisa memberikan umpan ddengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ringan sehingga dapat memicu si kecil untuk mengeluarkan pendapatnya.

5. Ajarkan Rasa Sosial, Bersimpati dan Empati

Sangat penting mengajarkan anak rasa sosial, simpati dan empati sejak dini. Orangtua perlu mengajarkan kepada mereka tentang bagaimana menghargai orang lain, bagaimana menghargai pendapat orang lain dan bagaimana cara memahami lingkungan disekitar kita. Anda bisa mengajarkan pada anak anda tentang bagaimana cara memberikan sesuatu kepada orang yang membutuhkan bantuannya, dan ajarkan pula sikap tidak sombong pada anak anda.

6. Berikanlah Sikap Teladan yang Baik

Tampilkan sikap yang baik untuk anak-anak Anda. Pasalnya mereka akan meniru setiap tingkah laku kita. Orang tua merupakan contoh yang akan dianut oleh anak-anak hingga dewasa nanti. Jika kita ingin anak-anak kita bersikap sopan, bertutur kata yang lembut dan baik, maka kita harus selalu bersikap yang sama sebagai panutan. Namun jika kita ingin anak kita memiliki sikap religius, maka kita harus memberi contoh seperti orang yang memiliki sikap religius.

7. Bersikap Lembut dan Berikan Kasih Sayang

Orangtua harus selalu bersikap lembut kepada anak-anak mereka. Sebab dari tutur kata yang lembut, seorang anak akan mendengarkan perkataan dari orang tuanya. Selain dituntut untuk bersikap lembut kepada anak, orang tua juga selayaknya memberikan kasih sayang yang tulus dan utuh kepada anak. Salah satu contohnya adalah dengan mengatakan kepada anak bahwa Anda sangat menyayanginya.

8. Jadilah Pendengar yang Baik

Kerap kali anak mengalami kondisi yang tidak stabil. Anak menjadi murung karena ada sesuatu yang terjadi padanya. Saat terjadi seperti ini orangtua menjadi tempat sang anak dalam menceritakan apa yang yang sedang dialaminya. Berikanlah dukungan yang positif terhadap anak.

9. Hindari Kata “Jangan”

Saat anak tengah bereksperimen yang mungkin sedikit membahayakan, orang tua umumnya berkata “jangan” kepada anaknya. Sesungguhnya kata ini apabila terlalu sering diucapkan oleh orang tua kepada anaknya justru dapat berakibat negatif yang menyebabkan sang anak tidak berkembang kreatifitasnya. Untuk mengganti kata “jangan”, Anda sebaiknya menggunakan kata lain yang bermakna lebih positif.

Baca Juga: Ingin Miliki Keluarga Bahagia? Begini Rahasianya

10. Ajarkan untuk Meminta Maaf

Meminta maaf atas sebuah kesalahan adalah tindakan yang mulia dan kesatria. Ajarkanlah anak Anda untuk mau meminta maaf untuk kesalahan yang mungkin ia lakukan terhadap teman sebayanya agar ia menyadari bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah tindakan yang kurang terpuji.

Demikian sepuluh cara mendidik anak yang baik untuk para orangtua. Semoga menjadi inspirasi bagi Ayah Bunda dalam mendidik anak-anak. Salam dari kami.

Artikel Menarik Lainnya: