6 Tips Cara Menjaga Kesehatan Gigi Anak

6 Tips Cara Menjaga Kesehatan Gigi Anak

Om dan tante, kali ini perkenankan admin menyampaikan artikel kesehatan anak yang pastinya Insya Allah bermanfaat bagi om dan tante yakni tips cara menjaga kesehatan gigi anak.

Yup betul sekali om dan tante, menjaga kesehatan gigi anak itu memang sangat perlu. Ini dikarenakan baiknya pertumbuhan gigi anak di masa depan tergantung bagaimana cara memperlakukan, merawat dan menjaga kesehatan gigi sejak dini. Sekarang ini banyak orang dewasa tersiksa menggunakan pagar gigi alias behel demi memperbaiki struktur dan keindahan gigi mereka. Padahal, untuk mendapatkan susunan gigi yang rapi, sehat, atau putih maka itu dilakukan sejak masih anak-anak. Nah, om dan tante kudu dan mesti tahu nih cara menjaga kesehatan gigi anak om dan tante.

kesehatan-gigi-anak

Om dan tante, anak adalah anugerah Tuhan yang sangat luar biasa yang diberikan kepada orang tua. Anugerah itu sangat indah, om dan tante tentunya sangat senang melihat anaknya senang, tersenyum, berlarian dengan riang, tertawa tanpa beban. Namun, patut disayangkan jika gigi anak om dan tante berwarna coklat, hitam bahkan banyak yang berlubang. Tentu ini akan mengganggu penampilan bahkan anak om dan tante bisa terserang sakit gigi. Lebih baik sakit hati kan om dan tante, daripada sakit gigi? Hehehe.

Tips Cara Menjaga Kesehatan Gigi Anak

Sangat penting menjaga kesehatan gigi anak sejak dini. Gigi susu merupakan gigi pertama yang tumbuh pada masa kanak-kanak. Gigi susu dilaporkan dalam dunia medis mempengaruhi fungsi perkembangan bicara pada anak. Kemampuan anak dalam mengucapkan sesuatu yang keluar dari gigi dipengaruhi oleh gigi susu.

Perawatan gigi anak sejak dini untuk menjaga kesehatannya berguna untuk menghindari kerusakan gigi anak om dan tante, semisal gigi berlubang, keropos, gigi kuning atau hitam, pembengkakan gusi akibat struktur gigi yang jelek, dan lain sebagainya.

Berikut kami sajikan informasi ringan di hadapan om dan tante tentang tips cara menjaga kesehatan gigi anak :

1. Kenali Cara Pembersihan Gigi
Pada umumnya membersihkan gigi dilakukan dengan menggunakan sikat gigi dan odol atau pasta gigi. Perlu om dan tante ketahui, bahwa pembersihan gigi pada anak disesuaikan dengan masa atau rentan umur dari si anak, beda umur beda perlakuan. Tetap stay cool baca artikelnya ya.

Usia 6 bulan sampai 1 tahun
Om dan tante, pada rentan usia ini biasanya gigi susu pada anak belum tumbuh sepenuhnya. baru beberapa biji; dua, tiga atau empat. Nah, pada masa ini om dan tante sudah harus memperhatikan kebersihan gigi anak.

Cara untuk membersihkan gigi anak pada rentan umur ini adalah dengan menggunakan kain kasa lembab. Kain kasa ini digosokkan pada gigi anak dengan pelan, lembut, dan hati-hati. Cara ini bisa dilakukan minimal satu kali dalam sehari.

Usia 1 sampai 3 tahun
Pada masa ini, gigi susu pada anak sudah mulai bermunculan, tumbuh sudah banyak dan lengkap. Kebersihan gigi anak harus lebih diperhatikan lagi ya om dan tante. Apalagi biasanya si baby sudah mulai makan makanan yang berat semisal bubur dan menu lain yang direkeomendasikan untuk anak rentan umur ini.

Om dan tante bisa membersihkan gigi anak sebanyak dua kali sehari, pagi dan malam hari. Disarankan untuk menggunakan sikat gigi yang bertekstur lembut dan tentunya mempunyai kepala yang kecil yang cocok dengan mulut mungil si anak.

Usia 3 sampai 6 tahun
Om dan tante, pada masa usia ini anaknya om dan tante diajari untuk menyikat gigi secara mandiri alias dilakukan sendiri oleh anak. Bimbing ia untuk membersihkan gigi dengan baik, cara menyikat gigi yang benar yang bisa membersihkan seluruh bagian gigi. Ajari dan bimbing anak untuk menerapkan kebiasaan menggosok gigi, minimal dua kali sehari atau tiap kali selesai makan.

2. Cegah Kerusakan Gigi karena Susu
Pada umumnya anak tertidur sampai meminum susu dari dot yang diberikan om atau tante. Namun perlu diketahui dan diperhatikan bahwa sewaktu anak-anak tidur produksi air liur menurun. Air liur salah satunya berfungsi untuk memberikan proteksi pada gigi anak.

Sarannya, kalau om dan tante masih memberikan susu pada anak sambil anaknya tidur, maka disarankan agar susu yang diberikan tidak atau sedikit mengandung pemanis. Pasalnya, pemanis yang ada pada susu bisa menyebabkan lengket pada gigi dan bisa menyebabkan flak. Tips lain, jika anak bisa tertidur tanpa menghisap botol yang berisi susu, isilah botol tersebut dengan air putih.

3. Sediakan Asupan Gizi yang Membantu Kesehatan Gigi
Menjaga dan memperhatikan asupan gizi anak itu sangat penting. Kandungan gizi pada makanan anak harus diperhatikan betul oleh om dan tante. Untuk menjaga kesehatan gigi anak sejak dini, om dan tante bisa memberikan asupan makanan yang bisa mendukung kesehatan gigi anak.

Beri asupan makanan yang mempunyai nutrisi seperti kalsium, fosfor dan mineral. Zat nutrisi ini berguna untuk pertumbuhan tulang dan gigi anak yang sehat dan kuat. Ajari juga anak untuk mengkonsumsi buah dan sayuran.

4. Jangan Biasakan Cemilan Manis
Makanan ringan dan yang manis-manis biasanya sangat disukai oleh anak-anak. Nah, om dan tante harus perhatikan betul makanan seperti ini, baik itu permen, coklat, atau makanan ringan lain yang manis. Anak-anak bisa mengenal makanan ini itu dari teman bermainnya. Makanan jenis seperti ini hendaknya diminimalisir diberikan kepada anak. Apalagi memberikan makanan dan cemilan seperti ini pada saat anak mau tidur. Bisa berakibat fatal ya om dan tante.

Makanan ringan manis dan cemilan biasanya mengandung berbagai macam jenis gula, seperti fruktosa, dekstrosa, dan sirup jagung. Jenis gula ini menimbulkan asam pada mulut sehingga bisa mempercepat pembusukan pada mulut. Hal ini karena ini menjadi media tumbuh bagi bakteri di gigi.

5. Perhatikan Penggunaan Flouride
Penggunaan flouride pada pasta gigi anak harus diperhatikan dengan baik. Tentu ada batas toleransi berbeda antara kandungan flouride pada pasta gigi untuk anak-anak dengan pasta gigi untuk dewasa. Memberikan pasta gigi dewasa untuk anak-anak merupakan tindakan yang kurang tepat.

Memberikan pasta gigi anak sembarangan pun juga merupakan tindakan yang kurang tepat. Untuk bagian ini, om dan tante bisa menggunakan pasta gigi anak rekomendasi dari tenaga medis, entah itu dari bidan desa, perawat, atau dokter gigi anak.

6. Rutinkan Memeriksa Gigi ke Dokter
Kebiasaan memeriksakan gigi anak pada umumnya masih jarang dilakukan oleh para orang tua. Selain karena merasa tidak ada waktu untuk berkunjung ke rumah sakit atau dokter gigi anak juga disebabkan karena biaya pemeriksaan kesehatan yang masih terbilang mahal.

Jika om dan tante punya kesempatan untuk memeriksakan gigi, om dan tante juga bisa mengikutkan anak om dan tante. Agar kelak anak om dan tante bisa meniru kebiasaan baik ini. Ajari anak om dan tante tentang pentingnya berkonsultasi kepada tenaga medis untuk permasalahan gigi.

Baca juga9 Cara Mengatasi Ngorok pada Anak

Nah, inilah informasi sederhana yang dapat kami sajikan kepada om dan tante dalam artikel kesehatan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi om dan tante.

Tidak ada komentar

Centang kotak "Beri tahu saya" agar mendapatkan notifikasi melalui email ketika ada yang membalas komentar kamu