9 Langkah Mudah Mengatur Keuangan Keluarga dengan Bijak

Dunia pernikahan pasti akan sangat berbeda disat anda masih sendiri atau masih bersama keluarga besar anda. Ada hal-hal baru yang menyenangkan yang akan kamu hadapi setelah menikah. Dan adapula tantangan baru yang perlu kamu ketahui dan atur sedemikian rupa, yakni masalah cara mengatur keuangan keluarga.
mengatur-keuangan-keluarga
Ilustrasi: mengatur keuangan keluarga
Mengatur keuangan keluarga yang baru menikah memang sangat perlu dan penting diperhatikan. Pasalnya ada yang mengatakan, gagal berencana berarti anda sedang merencanakan kegagalan.

Penghasilan dan pengeluaran keluarga harus diatur sedemikian rupa. Banyak kejadian terjadi bahwa walaupun sebuah keluarga punya gaji yang cukup lumayan, namun ternyata masih ada saja yang kekurangan uang di akhir bahkan di pertengahan bulan. Ini bukan hanya menerpa keluarga yang punya penghasilan yang lumayan loh, tetapi bisa juga menimpa keluarga yang punya penghasilan pas-pasan. So, letak masalah sebenarnya bukan pada besar atau kecilnya gaji atau penghasilan, namun terletak pada pengaturan.

Kenyataan seperti ini, tidak juga sesulit yang kita bayangkan. Untuk memudahkan hal tersebut, berikut 9 langkah mudah yang bisa anda lakukan untuk mengatur keuangan keluarga:
  1. Tentukan Target Keuangan Keluarga
  2. Pahami Aspek Keuangan Keluarga
  3. Susun Rencana Keuangan
  4. Buat Skala Prioritas Pengeluaran
  5. Mulailah Menabung
  6. Hindari Utang
  7. Jangan Hanya bedakan, praktekkan juga antara 'Kebutuhan' dan 'Keinginan'
  8. Hindari Belanja Konsumtif
  9. Mulailah Berinvestasi
Bagaimana penjabaran poin-poin di atas dalam memudahkan anda mengatur keuangan keluarga anda. Di bawah ini penjelasannya.

1. Tentukan Target Keuangan Keluarga
Menentukan target atau cita-cita keuangan keluarga, ini sangat penting bagi pengaturan keuangan keluarga muda. Apalagi biasanya, keluarga muda belum punya aset dan tabungan yang memadai. Jadi, seperti memulai dari nol.

Oleh karena itu, tentukan target capaian yang ingin diraih keluarga baru anda. Tentukan target jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Target jangka pendek, bisa anda target untuk pencapaian dalam satu tahun ke depan. Target menengah dengan rentan waktu 5 tahun, sedangkan jangka panjang anda bisa targetkan dengan rentan 10 tahun ke depan atau lebih.

Tujuan penentuan target seperti ini adalah agar anda bisa lebih fokus dalam mencapai tujuan. Penentuan tujuan ini harus disesuaikan dengan kaidah SMART, yakni spesifik (specific), terukur (measureble), dapat dicapai (acceptable), realistis (realistic) dan memiliki batas waktu pencapaian (time limit).

2. Pahami Aspek Keuangan Keluarga
Pahami detil-detil sumber-sumber pemasukan anda saat ini dan seluruh apa saja yang anda harus biayai. Kalau bisa dikatakan, anda harus paham arus kas (cashflow) keuangan keluarga anda.

Mengatur keuangan keluarga agar tidak boros merupakan salah satu fungsi dari arus kas (cashflow). Kalkulasikan seluruh sumber-sumber pendapatan anda ditambah dengan uang yang anda miliki, kemudian kurangkan dengan seluruh jumlah tagihan yang anda harus bayarkan dalam sebulan, misalnya untuk tagihan telepon, listrik, air, belanja bulanan, biaya kesehatan, biaya servis kendaraan, dan seterusnya.

Setelah mengetahui seluruh pendapatan dan total pengeluaran anda, maka anda akan tahu berapa uang yang tersisa yang anda miliki untuk satu bulan, misalnya.

3. Susun Rencana Keuangan
Setelah tahu pos-pos keuangan keluarga, maka susunlah lebih detil lagi rencana keuangan keluarga anda.

Jangan lupakan pula aspek realistis dalam rencana anda, karena biasanya kita terlalu ideal dan ketat dalam perencanaan namun lupa hal-hal yang realistis. Misalnya, anda lupa untuk meanggarkan biaya re-freshing atau bersenang-senang dalam perencaan keuangan keluarga anda atau biaya tak terduga lainnya.

Jadi, pisahkan pula mana yang wajib anda keluarkan dan mana yang sifatnya opsional. Pengeluaran yang sifatnya re-freshing memang bisa dimasukkan ke dalam daftar, list yang sifatnya opsional. Namun, jangan sampai anda lupa juga. Karena anda hidup bukan semata untuk kerja namun juga untuk menikmati apa yang anda raih saat ini.

4. Buat Skala Prioritas Pengeluaran
Untuk memudahkan anda menyusun rencana keuangan keluarga, maka jangan lupa pula untuk membuat skala prioritas keuangan keluarga. Bedakan antara kebutuhan primer, sekunder dan kebutuhan tersier.

Dalam pengaturan kebutuhan primer, anda bisa mengikuti bagaimana pengaturan keuangan keluarga dalam Islam. Dalam hal kebutuhan primer misalnya harus dipenuhi dulu pemenuhan kebutuhan yang bisa menjaga lima aspek yakni pemeliharaan jiwa, akal, agama, keturunan dan kehormatan. Pemenuhan kebutuhan ini meliputi pemenuhan kebutuhan pokok berupa pakaian (sandang), makan, minum (pangan), tempat tinggal (papan), kesehatan, rasa aman, pengetahuan dan pernikahan.

Skala prioritas ini sifatnya dari bawah ke atas, jadi jika kebutuhan primer telah terpenuhi maka anda bisa memenuhi kebutuhan sekunder dan selanjutnya kebutuhan tersier (pelengkap).

5. Mulailah Menabung
Setelah anda mengatur tujuan, cash flow, dan rencana keuangan. Maka sudah saatnya juga anda memikirkan untuk menabung.

Menabung merupakan aspek yang sangat penting. Oleh karena itu, anda bisa memasukkan list atau daftar menabung sebagai sesuatu yang pokok. Misalnya anda menarget menabung sebanyak 2,5% atau 5% dari penghasilan anda.

Ini berlaku umum, entah dalam mengatur keuangan keluarga dengan gaji kecil maupun dengan gaji yang lumayan besar. Besaran persentase tabungan bisa anda sesuaikan. Tidak mesti mengikuti opsi di atas. Intinya menabung itu sesuatu yang pokok bukan opsional.

6. Hindari Utang
Dalam pengaturan keuangan keluarga yang baik, selalulah untuk menghindari utang sebisa mungkin. Apalagi utang yang memiliki bunga atau riba. Selain sangat memberatkan, juga merupakan sesuatu yang terlarang dalam Islam.

Jika memang terpaksa berutang, carilah opsi pertama berutang pada orang yang tidak mensyaratkan bunga.

Kebiasaan keluarga modern, mereka terbiasa dengan penggunaan kartu kredit. Kemudahan yang diberikan oleh kartu kredit dalam berbelanja merupakan kelebihan tersendiri. Tapi ingat, pengunaan kartu kredit tersebut pada dasarnya adalah 'utang' dan bisa membuat anda menjadi konsumtif. Maka berhati-hatilah.

7. Jangan Hanya bedakan, praktekkan juga antara 'Kebutuhan' dan 'Keinginan'
Ini adalah teori lama yang tidak boleh kita lupakan. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Kebutuhan itu sifatnya terbatas, sedangkan keinginan itu sifatnya tidak terbatas. Kelihatan sederhana, namun banyak orang yang tidak bisa mempraktekkan.

Pemenuhan antara kebutuhan dan keinginan pun kadang terbalik. Uang kita biasanya malah dipakai untuk memenuhi keinginan kita dibanding memenuhi kebutuhan dulu. Padahal yang seharusnya adalah kebutuhan dulu yang harus dipenuhi baru kemudian keinginan.

8. Hindari Belanja Konsumtif
Memang tidak bisa dipungkiri, budaya konsumtif dewasa ini sangat besar pengaruhnya. Dimana-mana kita dicekokin dan dijejali berbagai macam iklan, sehingga mau tidak mau kadang kita terpengaruh untuk berbelanja padahal itu adalah belanja yang sifatnya konsumtif belaka.

Contoh misalnya, anda sering terpengaruh untuk gonta-ganti hp dengan merk dan teknologi terbaru. Jika hal ini yang anda lakukan, maka sebenarnya anda terjebak dengan budaya konsumerisme. Stop jangan lakukan hal ini. Fokus pada perencanaan keuangan keluarga anda. Ingat tujuan jangka panjang yang ingin anda raih.

Budaya konsumerisme ini termasuk gaya hidup berlebih-lebihan atau mubazir. Dalam pengaturan keuangan keluarga dalam Islam, hal ini termasuk hal yang dilarang atau diharamkan.

9. Mulailah Berinvestasi
Tahukan bedanya antara tabungan dan investasi? Jadi, kalau anda punya tabungan. Jangan bangga dan stop disitu saja. Anda juga memerlukan sebuah investasi untuk perencanaan keuangan keluarga yang lebih baik.

Menarik lainnya: Mengatur Keuangan Keluarga dengan Gaji 2 - 3 Juta Per Bulan

Kalau anda menabung, biasanya hanya berbentuk uang. Maka investasi lebih daripada itu, yakni nilainya bisa bertambah lebih banyak di masa depan. Contoh, anda mulai sekarang berinvestasi tanah atau emas, dan beberapa jenis investasi rekomendasi lain.

Baca juga: 11 Cara Mudah Mendidik Anak Perempuan yang Perlu Anda Ketahui

Nah, demikianlah 9 cara mudah mengatur keuangan keluarga yang bisa anda terapkan di dalam keluarga anda. Semoga bermanfaat buat anda.
loading...
  1. terima kasih kunjungannnya ke blog saya, ulasan artikelnya memang belum tajam, tapi saya pikir nanti ke depan bisa dipertajam lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik Pak, terima kasih. Semoga bisa dibuatkan artikel terkait yang lebih mengkhusus lagi. Terima kasih atas kunjungannya.

      Hapus