Perasaan itu Berlarut-Larut? Inilah 7 Cara Menghilangkan Kesedihan dalam Islam Perasaan itu Berlarut-Larut? Inilah 7 Cara Menghilangkan Kesedihan dalam Islam | Bicara Wanita

Perasaan itu Berlarut-Larut? Inilah 7 Cara Menghilangkan Kesedihan dalam Islam

Cara Menghilangkan Kesedihan - Hidup memang tidak selalu semulus dengan apa yang kita harapkan. Ada saja aral, rintangan, dan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kita.

Lalu, tiba-tiba kita menjadi sedih atas apa yang kita alami. Kita tidak bisa menerima kenyataan yang ada. Sebagai manusia biasa, itu hal yang normal. Namun, jika kesedihan itu sudah berlarut-larut atau pribadi kita menjadi 'gampangan' untuk bersedih. Maka hal ini perlu kita koreksi dalam diri kita.

Berikut cara sederhana yang bisa anda lakukan untuk menghilangkan kesedihan anda dalam Islam.

1. Jangan Bersedih, Allah Bersama Kita
Sedih adalah sebuah mentalitas. Untuk menghilangkan kesedihan dalam hati, maka kita harus membangun jiwa yang kuat. Salah satu cara membangun jiwa yang kuat adalah dengan merasa selalu bersama dengan Allah.
Cara Menghilangkan Kesedihan dalam Islam
Menghilangkan sedih dalam hati
Kita harus sadari bahwa seberat masalah atau kenyataan apa pun yang kita hadapi, sebenarnya kita tidak sendiri. Orang lain bisa saja tidak bersama dengan, meninggalkan kita. Tetapi, yakini dalam hati bahwa Allah senantiasa bersama kita.

Allah SWT akan senantiasa mengawasi hambaNya. Allah SWT senantiasa memberikan kasih sayang kepada hambaNya lewat nikmat-nikmat lain yang diberikan kepadanya.

Janganlah bersedih, karena kebersamaan Allah dengan makhlukNya tidak sama dengan kebersamaan manusia. Allah SWT adalah Tuhan yang kekal, tidak tidur dan tidak pula lelah dalam mengurusi seluruh makhlukNya. Termasuk anda.

Firman Allah SWT dalam Al Quran yang artinya, “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”(At-Taubah:40)

2. Dunia Sementara, Akhirat Selamanya
Salah satu hal yang membuat kita bersedih dalam kehidupan ini adalah kita tidak memahami bahwa dunia ini hanya sementara. Ada tempat kita beranjak, yakni akhirat dengan hari pembalasannya.

Pahami bahwa, apa yang ada di dunia ini sifatnya terbatas. Kesedihan pun akan sirna. Sebagaimana dunia yang kita tempati berpijak dan hidup, juga akan mengalami kehancuran.

Seyogyanya kita sadari demikian, kehidupan di dunia ini tidaklah kekal. Termasuk kesedihan yang kita rasakan pasti akan sirna.

Kesedihan yang mendalam yang dirundung seseorang bisa pula karena hatinya masih bersandar pada dunia ini. Ia tidak melihat bagaimana kesudahan setelah dunia ini.

Janganlah terbelenggu dengan dunia. Letakkan dunia dalam tanganmu, jangan di hatimu. Karena yang berhak menempati relung hatimu adalah cita-cita akhirat.

3. Sharing kepada Orang Lain
Sharing atau menyatakan kepada orang lain terkait perihal yang kita hadapi, merupakan salah satu cara untuk meredahkan kesedihan yang kita alami.

Sharing atau lebih sering dikatakan dengan curhat 'curahan hati' kepada orang terdekat bisa menjadi solusi. Pilihlah orang terdekat anda yang bisa memberikan solusi kepada anda, bukan semata yang hanya bisa mendengar uneg-uneg di kepala anda.

Disaat anda merasa sedih, sebenarnya anda butuh dukungan. Nah, dengan sharing kepada orang dekat dan orang yang tepat. Maka tentu, mereka bisa memberikan supportnya kepada anda. Mendukung keputusan yang anda ambil. Sharing kepada orang lain, bisa membuat anda lega.

4. Jangan Menyesal, Lakukan hal Terbaik di Masa Depan
Kesedihan yang kita hadapi, juga disebabkan karena rasa penyesalan yang tidak bisa kita hilangkan dalam diri kita. Menyesali perbuatan yang telah kita lakukan atau menyesal tidak melakukan hal demikian dan demikian, selanjutnya dan selanjutnya.

Stop, janganlah demikian. Hiduplah di masa sekarang. Jangan terlalu dibawa dalam hati perbuatan anda yang salah di hari kemarin. Gunakan kesempatan yang masih diberikan Tuhan kepada anda untuk memperbaiki kesalahan yang ada.

Kuatkan tekad anda untuk jangan hidup di masa lalu. Hiduplah pada hari ini, dan senantiasalah berjanji dalam diri anda untuk memperbaiki kesalahan anda hari ini dan esok hari.

Tiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Pahami hal itu, terima kejadian normal itu sebagai manusia. Lakukan evaluasi dan berjanjilah untuk menebusnya di kemudian hari.

5. Lihatlah ke Bawah, Kuatkan Diri dengan Perbaikan ke Atas
Kita merasa sedih karena tidak memiliki ini dan itu. Padahal jika kita ingin melihat lebih jauh di sekitar atau sekeliling kita, ternyata masih banyak orang yang berada jauh dengan kita.

Lihatlah, betapa banyak orang yang tidak memiliki kaki lagi namun ia bisa tetap bahagia. Liha pula orang-orang yang sedari lahir, menjadi seorang yang cacat dan mereka tetap bisa menikmati kehidupan.

Jangan ukur dirimu dengan orang yang 'kelihatannya' diberi segalanya. Namun, lihatlah dimana posisi mu. Ternyata, masih banyak orang yang kurang beruntung daripada anda.

Kuatkan diri anda untuk senantiasa memperbaiki diri. Lihatlah orang-orang yang berada di atas anda dalam kebaikan. Lihatlah orang yang lebih rajin daripada anda. Lihatlah orang yang lebih shalih daripada anda. Semua itu bisa menguatkan anda untuk tetap menjalani kehidupan ini dengan penuh semangat karena anda ingin seperti mereka dalam kebaikan dan perbaikan.

6. Bersandarlah hanya kepada Allah, Indahkan PerintahNya
Hidup di dunia ini, tiap manusia perlu sandaran. Sandaran itu harus kuat, jangan bersandar pada hal yang rapuh dan bisa sirna.

Sandaran hidup yang kuat hanya kepada sang pencipta, Allah SWT.

Kesedihan bisa muncul secara tiba-tiba karena kita bersandar pada sesuatu yang salah. Menggantungkan cita-cita hanya pada dunia dengan segala isinya. Menggantungkan hati dengan harta kekayaan, harkat, jabatan dan lain sebagainya.

Kembalilah, jika engkau mengalami hal demikian. Bersandarlah hanya kepada Allah. Bertawakkalah hanya kepada Allah, ikuti perintahnya. Niscaya kebahagiaan akan menghampiri kita.

Allah SWT memberikan peringatan bagi hambaNya yang tidak mengikuti atau mengindahkan perintahnya bahwa mereka akan mengalami kesempitan di dunia. FirmanNya dalam Al Quran yang artinya, “Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS. Thaha:124).

7. Jangan Lupa senantiasa Berdoa kepada Allah
Hendaknya pula kita senantiasa berdoa kepada Allah dalam setiap keadaan. Entah itu dalam keadaan senang maupun dalam keadaan duka. Rasa senang yang kita alami, hendaknya kita bersyukur memuji atas kebesaran Allah SWT atas pemberiannya kepada kita.

Jika kita mengalami kesedihan dalam hati, berikut salah satu doa menghilangkan kesedihan.

Allahumma inni a’uudzubika minal hammi wal hazan, wa a’uudzubika minal ‘ajiz wal kasali, wa a’uudzubika minal jubni wal bukhli wa a’uudzubika min ghalabatid dayni wa qahrir rajali

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan duka, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, serta aku berlindung kepada-Mu dari hutang yang tak terbayar dan dari belenggu orang lain.” (H.R. Abu Umamah dan Abu Sa’id)

Bacaan Menarik Lainnya: Lima Pesan Nabi Kepada Wanita dalam Pergaulan. Apa Saja?

Demikianlah pembahasan mengenai 7 cara menghilangkan kesedihan dalam Islam. Semoga hal ini bermanfaat dan bisa menghilangkan kesedihan yang sedang alami.

0 Response to "Perasaan itu Berlarut-Larut? Inilah 7 Cara Menghilangkan Kesedihan dalam Islam"

Post a Comment

BETTER CONFERENCING CALLS, FUTURISTIC ARCHITECTURE, VIRTUAL DATA ROOMS, Make money online Australia, Service business software, Best social media platforms for business, Custom WordPress theme designer, Seo services, Best Seo company, Best social media platforms, Health Records, Personal Health Record, Asbestos Lung Cancer, Royalty Free Images Stock, Hard drive Data Recovery Services