Sebelum Salah Langkah, Ketahui Hukum Cukur dan Sulam Alis dalam Islam

Hukum Cukur dan Sulam Alis dalam Islam - Hampir semua wanita ingin selalu tampil cantik. Itu hal yang normal dan sah-sah saja. Dalam diri manusia memang ada kecendrungan demikian. Bahkan, secara implisit Allah SWT mengajak ummat manusia menjaga ciptaanNya di muka bumi. Nah, ciptaan Allah SWT tersebut salah satunya yang perlu dijaga dan dirawat adalah kecantikan yang dimiliki oleh wanita. Lantas bagaimana hukum Islam memandang cukur dan sulam alis?
Hukum-Cukur-dan-Sulam-Alis-dalam-Islam

Sebagai seorang muslimah, kita harus tahu bagaimana Islam memberikan status hukum terhadap suatu hal. Termasuk cukur dan sulam alis. Ini semua agar kita bisa terjaga dari perbuatan yang salah yang ujung-ujungnya kita menyesal baik di dunia maupun di akhirat.

Hukum Cukur Alis Menurut Islam
Terkait mencukur alis, maka ada baiknya kita menyimak hadits dari Nabi SAW berikut.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menghilangkan bulu alis dan yang meminta dihilangkan bulu alisnya.” (HR. Abu Dawud)

Menghilangkan bulu alis yang dimaksudkan adalah mencukur, mengerik atau mencabut bulu alis. Baik itu seluruh atau sebagian dari alis di wajah.

Menghilangkan bulu alis termasuk kategori perbuatan mengubah ciptaan Allah SWT (Taghyir li kholqillah). Perbuatan mengubah ciptaan Allah SWT termasuk dosa besar.

Dalam penjelasan lanjutan, Imam an-Nawawi mengutarakan, ada pengecualian dari kasus larangan mencabut bulu di bagian wajah wanita. Yaitu, jika tumbuh kumis, jenggot tipis dan atau rambut halus di sekitar leher. Rambut-rambut tersebut hukumnya boleh dihilangkan. Bukan termasuk pula mengubah ciptaan Allah SWT karena wanita secara normal tidak memiliki kumis ataupun jenggot seperti pada pria.


Hukum Sulam Alis dalam Islam
Sulam alis digunakan oleh wanita untuk mempertegas detail wajah mereka, terutama alis. Perlu diketahui bahwa, hasil dari sulam alis biasanya mampu bertahan hingga 2 tahun bahkan bisa sampai 4 tahun. Nah, bagaimana dengan hukum sulam alis dalam Islam

Sulam alis pada faktanya dilakukan untuk mempertegas detail alis. Cara agar alis terlihat detail adalah dengan menggunakan tinta dan jarum. Hal ini mirip dengan mentatto. Sedangkan ada hadits yang menjelaskan kedudukan tatto dalam Islam.

“Allah melaknat tukang tato, orang yang ditato, al-mutanamishah, dan orang yang merenggangkan gigi, untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhari 4886, Muslim 2125, dan lainnya).

Selain itu, dalam pengerjaan sulam alis tidak terlepas dari larangan untuk mencukur atau mengilangkan bulu alis. Walaupun, dalam sulam alis tidak semua alis dicukur. Cukup bagian yang dibutuhkan namun tetap terjadi pelanggaran.

Proses yang dilangsungkan dalam sulam alis adalah alis dibersihkan dan dibentuk. Alis dirapikan dengan alat cukur alis atau pinset. Selanjutnya, dilakukan proses penyulaman.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, maka sulam alis termasuk hal yang dilarang dalam Islam. Wallahu a'lam.


Inilah penjelasan tentang hukum cukur dan sulam alis dalam Islam. Adalah kodrat wanita ingin tampil cantik, namun untuk menampilkan kecantikan tersebut seorang wanita tetap harus berada dalam koridor syariat Islam. Pada dasarnya kecantikan wanita adalah hak suaminya dan hanya dibolehkan untuk diperlihatkan kepada mahramnya. Semoga setelah membaca hal ini, kita tidak salah langkah dalam melakukan perawatan kecantikan.
loading...

Posting Komentar