Kisah Nyata ! Jangan Gadaikan Kesucian Meskipun Cinta Setengah Mati

Ini bukan rekaan, ini kisah nyata.

Saya sudah melakukan perzinahan dengan mantan pacar saya. Saya pacaran 6 tahun. Pada 2 tahun terakhir itu, kami melakukan hubungan yg tidak seharusnya. Menyesaaaaal sekali ya Allah.... Malu sama Allah.

Hingga akhirnya kami putus desember 2015, dia selingkuh. Walaupun sedih, saya pun bersyukur kami putus, karena saya selalu berdoa agar dijauhkan dr zinah.
Kisah Nyata ! Jangan Gadaikan Kesucian Meskipun Cinta Setengah Mati
Ilustrasi: Penyesalan

Setelah selingkuh, dia menyesal dan memperjuangkan saya kembali selama setahun kemarin. Memohon sampai berniat melamar. Dia nangis, juga menyesal dgn perbuatannya.

Tapi saya terlanjur sakit dan butuh berproses menerima kehilangan virginitas saya di tangan pria yg bukan suami saya & tega mengkhianati saya.

Saya bimbang harus menerima lamarannya atau tidak saat itu. Sementara, emosi saya meledak tiap kali lihat dia memohon. Saya bimbang.. Saya sakit. Beban saya.. Apa harus menerima dia lagi, dan ragu apa ada pria shalih yg mau terima keadaan saya.

Dia kejar saya sampai saya muak dengan perjuangannya yg kadang merendahkan dirinya sendiri. Saya cinta tapi gamau kasih harapan. Saya pasrah.

Akhirnya, saya marah besar karena dia terus minta saya kembali padahal saya pun butuh proses panjang utk sembuh & menimbang.

Keluar kata2 kasar sekali agar dia berhenti untuk kejar saya. Sejak itu, dia benar2 berhenti mengejar saya. 3 bulan dia gak lagi hubungi saya, dan baru seminggu ini dia ternyata sudah punya pacar baru dan sudah melamar.

Saya seperti hilang harapan... Siapa yg akan tanggungjawab lagi dengan keadaan saya.. Dia sudah nggak mau lagi tanggungjawab, stadz.

Saya pun sebenarnya gak yakin dengan dia. Saya takut menikah hanya karena soal tanggungjawab ini. Saya benar2 sedang hilang harapan.. Takut nggak ada pria yg mau dengan saya.

Alhamdulillah saya sudah berhijab sekarang. Saya ingin menjaga diri saya stadz. Tapi saya masih kebayang dosa saya dengan dia..

Apa sebaiknya saya meminta lg tanggungjawabnya atau biarkan dia pergi dengan pilihannya? Tapi hati saya sebenarnya sudah tidak yakin, dan berharap ada pria shalih yang lebih baik untuk saya nantinya.

Tidak satu orangpun yg tau akan aib ini. Kami sama2 saling menjaga aib.

Di samping itu, saya sudah meminta maaf kepada kedua org tua saya.. Agar berkah hidup saya setelah ini.

- Indonesia Tanpa Pacaran -

Source: Rizqi Awal

Posting Komentar

Berilah komentar atau masukan yang baik. Komentar anda akan terbit jika sudah disetujui admin.