11 Cara Mudah Mendidik Anak Perempuan yang Perlu Anda Ketahui 11 Cara Mudah Mendidik Anak Perempuan yang Perlu Anda Ketahui | Bicara Wanita

11 Cara Mudah Mendidik Anak Perempuan yang Perlu Anda Ketahui

Bicara Wanita - Mendidik anak merupakan pekerjaan utama bagi orang tua. Betapa tidak, orang tua adalah orang yang paling pertama di kenal oleh sang anak lewat pengasuhannya. Ibu menjadi madrasatul ula bagi anak-anaknya. Olehnya, tiap orang tua harus paham bagaimana cara mendidik anak dengan baik dan benar.

Mendidik anak perempuan berbeda disaat mendidik anak laki-laki. Ada pula yang menyatakan bahwa mendidik anak perempuan lebih sulit dibandingkan dengan mendidik anak laki-laki. Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Di satu sisi, pendidikan anak perempuan harus memang berbeda dengan anak laki-laki. Namun yang paling pokok adalah mendidik anak dengan landasan Islam.
Cara Mendidik Anak Perempuan
Ilustrasi Mendidik anak perempuan
Berikut kami sarikan cara mendidik anak perempuan:
  1. Mengajarkan Dinul Islam
  2. Mengajarkan Tentang Pergaulan
  3. Mengajarkan Menutup Aurat
  4. Mengajarkan Tentang Reproduksi
  5. Mengajarkan Perbedaan Sikap
  6. Mengajarkan Sopan Santun dan Akhlak Mulia
  7. Mengajarkan Pekerjaan Dapur
  8. Jangan Membelikan Mainan untuk anak laki-laki
  9.  Mengajari Keterampilan Dasar Sesuai Anjuran Nabi SAW
  10. Jangan Lupa Ajari Shalat bahkan Menghafal Al Quran
Jika anda mampu melaksanakan poin-poin penting di atas, maka insya Allah anak perempuan anda menjadi anak yang baik, berguna, menjadi wanita muslimah shalihah. Aamiin. Lantas, bagaimana penjelasan lengkap cara mendidik anak perempuan, berikut penjelasanya di bawah ini:

1. Mengajarkan Dinul Islam
Tiada didikan dan bekal yang paling berharga bagi anak perempuan selain anda mengajarkannya dengan pemahamahan Islam yang benar. Ia adalah sebaik-baik bekal bagi orang bertakwa. Ia menjadi kado terbaik dari anda di saat memberikan pendidikan Islam.

Pendidikan Islami pada anak diarahkan agar anak paham tentang Islam bahwa Islam adalah pandangan hidupnya. Sehingga akan mewarnai dan menjadi patokan bagi pemikiran dan perasaannya kelak senantiasa berpatok dan bersandar pada Islam.

Ajarkanlah dinul Islam pada anak perempuan anda karena ia menjadi sebaik-baik bekal di dunia.

2. Mengajarkan Tentang Pergaulan
Mengajarkan anak perempuan tentang pergaulan dengan sesama perempuan dan bagaimana anak perempuan bersikap terhadap anak laki-laki adalah cara mendidik anak perempuan yang selanjutnya.

Ini menjadi penting, agar anak perempuan tahu posisinya sebagai perempuan yang akan menjadi wanita dewasa pana nantinya. Ini juga penting agar ia tahu hak dan kewajibannya sebagai seorang anak perempuan.

Mengajarkan anak perempuan tentang bagaimana cara bersikap terhadap anak laki-laki berguna agar ia tidak melakukan interaksi yang salah dengan lawan jenisnya. Serta agar perilakunya tidak sama dengan laki-laki. Perlu anda tekankan dan ingat bahwa Allah SWT melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan begitu pula sebaliknya.

Baca artikel ini juga: Wahai Wanita, Jangan Lakukan ini agar Engkau tidak Dilaknat Malaikat

3. Mengajarkan Menutup Aurat
Ajari anak perempuan anda untuk menutup aurat sejak kecil. Agar dewasa kelak ia tidak risih dengan pakaian tersebut.

Menutup aurat secara sempurna dewasa ini, bisa membuat anak perempuan menjadi risih dikarenakan ia melihat realitas dalam lingkungan luar yang banyak wanita Islam namun belum menutup aurat.

Membiasakan menutup aurat sejak kecil membuat jilbab dan khimar yang dia kenakan akan menjadi bagian dari dirinya. Lepas atau tidak ia gunakan maka akan timbul perasaan tidak enak dalam dirinya.

Mendidik anak untuk menutup aurat secara dini juga dilengkapi dengan memberikan pemahaman yang benar tentang kewajiban menutup aurat, pahala, ganjaran serta siksa yang bisa didaptkan di akhirat kelak jika tidak menutup aurat. Mendidik anak perempuan dengan pemahaman yang benar hingga ia bisa menutup aurat dengan sempurna akan menyelamatkan ayahnya, saudara laki-lakinya dari hisab Allah SWT di Yaumil Akhir kelak.

4. Mengajarkan Tentang Reproduksi
Ajari anak perempuan anda dengan ilmu reproduksi. Semisal, tentang haidh, nifas, kehamilan, mengandung, dan melahirkan.

Ajari tentang bagaimana ia bersikap dengan darah haidh yang bisa ia dapatkan disaat menginjak masa remaja. Ajari tentang hukum-hukum Islam terkait dengan darah haidh. Ajarkan pula tentang kebersihan wanita; organ reproduksi terkait dengan haidh.

Jelaskan pula pemahaman tentang darah nifas. Terangkan perbedaan antara darah haidh dan nifas.

Baca juga artikel berikut: Hikmah Larangan Shalat bagi Wanita Hamil

Ajari pula tentang proses kehamilan. Persiapkan kondisi psikologinya untuk menikah dan mempunyai anak nantinya. Jelaskan tentang proses reproduksi; perbedaannya dengan anak laki-laki dan kewajibannya untuk menjaga dirinya.

5. Mengajarkan Perbedaan Sikap
Perbedaan sikap yang kami maksud disini adalah perbedaan sikapa atau karakter antara anak perempuan dan anak laki-laki. Kami telah banyak mengulasnya dalam website ini tentang berbagai macam perbedaan antara pria dan wanita. Anda dapat membacanya nantinya di postingan-postingan website ini.

Ajari secara khusus bahwa Allah SWT menciptkan laki-laki dan perempuan untuk saling melengkapi. Bukan untuk saling berlomba siapa yang paling utama. Keutamaan mereka dihadapan Allah SWT hanya ketakwaan dan ketaatan. Laki-laki dan perempuan memiliki jalur amal tersendiri, bukan untuk dipersoalkan apalagi untuk dipertentangkan.

Ajari anak perempuan anda bagaimana cara bersikap di hadapan laki-laki. Pribadi anak perempuan berbeda dengan anak laki-laki.

7. Mengajarkan Sopan Santun dan Akhlak Mulia
Jangan lupa mengajari anak perempuan anda tentang sopan santun. Sopan santun tersebut ditujukan bagaimana anak perempuan bersikap di hadapan orang tua; ibu bapaknya, kepada keluarga dekat, tetangga, saudara, guru, atau orang yang baru dikenalnya.

Ajarkan pula tentang akhlak mulia. Seperti kejujuran, kedermawanan, rela berkorban, tutur kata yang lembut, bertawakkal, kerja keras. Akhlak mulia ini akan sangat berguna baginya dalam menghadapi kehidupan di masa depannya.

Ajari dengan memberikan contoh dan teladan dari orang tua. Anak selain memerlukan pemahaman dari orang tua, namun lebih penting anak memerlukan pengamalan sopan santun dan akhlak mulia dari orang tuanya. Anak belajar dari cara orang tua bersikap.

8. Mengajarkan Pekerjaan Dapur
Ajari anak perempuan anda dengan pekerjaan yang sering anda lakukan. Libatkan ia sembari memberikan pengetahuan dasar di dalamnya, misalnya pengetahuan masak memasak.

Jangan biarkan anak perempuan anda menjadi anak yang pemalas karena anda lupa, alfa atau tidak mau melibatkannya dengan aktivitas anda di dapur.

Libatkan disaat anda mencuci piring, menyapu rumah, membersihkan perabot rumah tangga, mencuci pakaian dan lain sebagainya. Ini penting agar anak perempuan anda nantinya terampil.

9. Jangan Membelikan Mainan untuk anak laki-laki
Jangan memberikan anak perempuan anda dengan mainan anak laki-laki; mobil-mobilan, robot dan lain yang sejenis.

Berikan mainan khusus untuk anak perempuan, semisal boneka. Bermain boneka juga pernah dilakukan oleh istri Nabi SAW sewaktu masih kecil yakni Sayiddah Aisyah RA.

10. Mengajari Keterampilan Dasar Sesuai Anjuran Nabi SAW
Anda bisa pula mengajari anak perempuan anda dengan pengetahuan dasar yang dianjurkan seperti keterampilan memanah, berkuda, berenang, bela diri dan bersyair.

Ini adalah keterampilan dasar yang tidak semua orang tua melakukan. Keterampilan berkuda bisa anda padukan dengan keterampilan menggunakan kendaraan, semisal sepeda. Namun tetap diawasi dan diberikan pemahaman tentang peruntukkannya. Anda bisa menangguhkan mengajarinya membawa sepeda motor dan mobil sampai ia siap.

Ajari pula ia berenang sejak kecil. Umur di atas balita, bisa anda sekali-kali bawa ke kolam renang anak-anak.

Ajari pula ia bagaimana bersayair, berpuisi, atau tentang sastra. Pelajaran seperti ini akan melembutkan hatinya, mengetahui perasaannya.

11. Jangan Lupa Ajari Shalat bahkan Menghafal Al Quran
Jangan lupa mengajari anak perempuan anda untuk menegakkan shalat lima waktu. Latih kedisiplinannya dengan pelaksanaan shalat lima waktu yang berbeda waktu itu.
Cara Mendidik Anak Perempuan
Mendidik anak perempuan dengan shalat
Ajari dan upayakan pula ia senang dengan bacaan Al Quran. Motivasi ia untuk belajar dan menghafal Al Quran sejak dini. Ini sangat penting agar ia bisa menghafal Al Quran secara penuh nantinya.

Usia anak-anak merupakan waktu yang tepat, golden moment untuk menghafal. Ingat pepatah lama, belajar di usia dinia bagai menulis di atas batu - Belajar di usia dewasa bagai menulis di atas air.

Ini bacaan yang tidak kalah penting: 15 Cara Sederhana Mendidik Anak Laki-Laki

***

Itulah cara-cara yang bisa anda tempuh dalam mendidik anak perempuan. Semoga tipsnya bermanfaat dan anda dianugerahi dengan anak perempuan yang cerdas serta paham dengan dinul Islam.

12 Responses to "11 Cara Mudah Mendidik Anak Perempuan yang Perlu Anda Ketahui"

  1. Terima kasih tipsnya, kebetulan saya baru melahirkan anak perempuan,,

    Daftar perlengkapan bayi baru lahir

    ReplyDelete
  2. Sebagai seorang muslin tetunya kita di anjurkan untuk dapat mendidik anak dengan baik, cara mendidik anak secara islami merupakan salah satu pedoman bagi orangtua agar sang anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang santun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, pendidikan Islami akan mengantarkan anak selamat dan bahagia di dunia dan sampai di akhirat.

      Delete
  3. memang perempuan memiliki banyak perbedaan dalam kepengurusan akhlak maupun dalam syariat agama sehingga terkadang diperlukan kesabaran lebih. namun kadang pula lebih mudah diatur dibandingkan anak laki-laki

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, perbedaan-perbedaan inilah yang harus dimengerti oleh orang tua, sehingga perempuan bisa dididik sesuai dengan fitrahnya.

      Delete
  4. Anak saya perempuan, Tiap saya nyuruh pakai jilbab ia selalu menolak alasan panas. Bagaimana ya supaya dia betah memakai jilbab agar dia terbiasa?

    ReplyDelete
  5. maaf untuk mainan boneka apa tidak salah itu? sumber dari mana yg menunjukkan aisyah bermain boneka?

    ReplyDelete
  6. untuk mainan boneka apa tidak salah itu? sumber dari mana yang menjelaskan aisyah bermain boneka?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba dibaca pada hadits berikut ini:
      “Aku dahulu pernah bermain boneka di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Aku memiliki beberapa sahabat yang biasa bermain bersamaku. Ketika Rasululah shallallahu ‘alaihi wa salam masuk dalam rumah, mereka pun bersembunyi dari beliau. Lalu beliau menyerahkan mainan padaku satu demi satu lantas mereka pun bermain bersamaku” (HR. Bukhari no. 6130).

      Delete
  7. kalo masih kecil nggak perlu pake jilbab...lihat saja anak-anak perempuan di timur tengah..mereka dibiarka untuk berpakaian terbuka sampe suia baligh...jadi, menurut saya, mungkin orang indonesia yang terlalu lebay kalo sampe memaksa anak perempuannya yang masih kecil untuk memakai hijab...just my opinion

    ReplyDelete
    Replies
    1. cuman membiasakan agar nantinya saat remaja dan dewasa sudah tidak merasa aneh dengan jilbab. Perlu diingat pepatah, ala bisa karena biasa.

      Delete