Inilah Rahasia Hikmah Larangan Sholat bagi Wanita Haidh

Hikmah Larangan Sholat bagi Wanita yang sedang Haidh -  Islam sebagai jalan hidup bagi manusia telah sempurna mengatur tata cara dan ibadah para pemeluknya. Melalui Al Qur'an dan Hadis yang diwariskan Muhammad SAW kepada umatnya, telah ada larangan-larangan yang harus dijauhi dan perintah yang wajib ditaati.
Inilah Rahasia Hikmah Larangan Sholat bagi Wanita Haidh

Hikmah Larangan Sholat bagi Wanita Haidh. Darah haid adalah darah normal pada wanita, berwarna hitam pekat dan berbau tidak enak. Darah ini penting sekali dipahami baik bagi wanita itu sendiri, termasuk pula bagi pria karena dia nantinya menjadi pendamping wanita atau memiliki sanak keluarga  yang mesti dia jelaskan tentang masalah ini. Ada sedikit penjelasan mengenai hal-hal yang sebenarnya bukan larangan.
Di dalam Islam, wanita yang sedang mengalami haidh atau menstruasi dilarang untuk melaksanakan sholat. Shalat adalah salah satu ibadah yang paling utama dalam islam, ibadah yang kelak di akhirat dihisab pertama kali. Ibadah yang merupakan dzikir paling besar dan kebutuhan umat Islam terhadap Robbnya. Istirahat ternikmat dalam hidup. Sholat adalah kewajiban bagi setiap muslimah, tetapi ketika wanita sedang haidh maka kewajiban ini menjadi gugur.

Para ulama sepakat bahwa diharamkan shalat bagi wanita haid dan nifas, baik shalat wajib maupun shalat sunnah. Dan mereka pun sepakat bahwa wanita haid tidak memiliki kewajiban shalat dan tidak perlu mengqodho’ atau menggantinya ketika dia suci.

Ternyata ada hikmah tersendiri dari larangan wanita haidh untuk sholat. Apa itu ?

Sejumlah studi medis modern membuktikan bahwa gerak badan dan olah raga seperti shalat banyak memberikan manfaat. Pada saat wanita melaksanakan shalat, dalam gerakan sujud dan ruku’ secara alamiah akan meningkatkan peredaran darah ke rahim. Karena kebutuhan sel-sel rahim dan indung telur seperti sel-sel limpa yang menyedot banyak darah.

Wanita yang haid, jika menunaikan shalat, akan menyebabkan banyak darah mengalir ke rahimnya. Akibatnya, ia akan kehilangan darah bersih/baik karena keluar bersama darah haid. Di masa haid, diperkirakan wanita kehilangan darahnya sebanyak 34 mililiter. Kadar yang sama pada cairan lainnya. Jika wanita haid menunaikan shalat, zat imunitas (kekebalan) di tubuhnya akan hancur. Sebab sel darah putih berperan sebagai imun akan hilang terbawa bersama darah haid.

Mengalirnya darah secara umum akan meningkatkan kemungkinan menularnya penyakit. Namun Allah menjaga wanita haid dari penularan penyakit dengan mengkonsentrasikan sel darah putih di rahim selama masa haid agar menjaga tubuh dan melawan berbagai penyakit. Jika seorang wanita shalat saat haid, maka ia akan kehilangan darah dalam jumlah banyak. Ini berarti akan kehilangan sel darah putih. Jika ini terjadi maka seluruh organ tubuhnya seperti limpa dan otak akan terserang penyakit.

Disamping itu, gerak fisik saat sujud dan ruku’ semakin menambah aliran darah ke rahim dan akan hilang percuma. Lebih dari itu, jika wanita haid shalat maka akan menyebabkan kekurangan zat logam dari tubuh.
loading...